Home / National / Bu Ria, Ketum Jokower Palembang Dan Ketum Yayasan Pariwisata Indonesia Maju : Sosialisasikan Penyampaian Keberatan Atas UU Omnibus Law Cipta Kerja Ke MK, Hindari Kerumunan Dan Hindari Demo Agar Tidak Terkena Virus Covid 19

Bu Ria, Ketum Jokower Palembang Dan Ketum Yayasan Pariwisata Indonesia Maju : Sosialisasikan Penyampaian Keberatan Atas UU Omnibus Law Cipta Kerja Ke MK, Hindari Kerumunan Dan Hindari Demo Agar Tidak Terkena Virus Covid 19

MediaLens, Palembang, Minggu, (11/10/2020),

Aksi demo yang diikuti ribuan mahasiswa dan buruh itu, Kamis, (08/10/2020) sempat memancing terjadinya kericuhan dan meninggalkan beberapa kerusakan fasum (fasilitas umum) akibat Draft UU ysng diedit menjadi hoax yang beredar ditengah masyarakat.

Bu Choiria (Bu Ria), Ketum Jokower Palembang dan Ketum Yayasan Pariwisata Indonesia Maju.
Bu Choiria (Bu Ria), Ketum Jokower Palembang dan Ketum Yayasan Pariwisata Indonesia Maju.

Ketum Jokower Palembang dan Ketum Yayasan Pariwisata Indonesia Maju, Bu Choiria (akrab disapa Bu Ria) pun angkat bicara terkait aksi demonstran yang terjadi dan meninggalkan beberapa kerusakan.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia termasuk para demonstran agar jangan sok tau jika belum membaca keseluruhan UU Omnibus Law yang aslinya secara keseluruhan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman akan isi, maksud dan tujuan UU Omnibus Law tersebut. Bila masih belum paham juga maka meminta dibacakan atau diartikan oleh Orang yang kompeten dibidangnya yaitu yang paham peraturan Perundangan (UU).

“Kalau belum tau, jangan sok tau, kalau tidak mau membaca, cukup di simak dulu atau minta dibacakan oleh orang yang kompeten dibidang perundangan yang paham UU jdi tidak gagal paham, Adek-adek Mahasiswa sekalian tolong Jadilah Mahasiswa Cerdas ya, “ucapnya.

Bu Ria juga menambahkan agar kepada para pelaku penebar berita hoax termasuk UU hoax ini agar diserahkan kepada pihak yang berwenang dan segerakan diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia agar pelaku jera dan tidak mengulangi perbuatannya dan agar tidak menimbulkan dampak kerugian yang lebih besar.

“Ya, serahkan kepada pihak yang berwenang biar diproses sesuai hukum yang berlaku di Indonesia, tujuannya untuk membuat pelaku jera dan di berikan arahan akan akibat keisengan semata dari perbuatan hoax yang disebarkan itu serta diminta meminta maaf kepada publik dan menjelaskan maksud perbuatan tersebut, “sambungnya.

Terkait isu yang beredar perihal akan adanya demo lanjutan terkait hal ini, Bu Ria menjelaskan bahwa agar pendemo semua yang cerdas-cerdas, tidak berdemo turun kejalan terapi dapat menyampaikannya ke MK. Dengan ramai-ramai turun kejalan berpotensi terkena dan pemyebaran cluster virus Covid 19.

“Adek-adek Mahasiswa, dan rekan-rekan buruh sekalian yang cerdas beretika dan pintar semuanya, tiada guna demo berpanas-panasan dengan ramai turun kejalan. Ingatlah ada cara yg lebih baik yaitu melalui MK (Mahkamah Konstitusi) untuk menyalurkan aspirasi UU Omnibus Law. Cukup ke MK Tanpa harus turun ke jalan yang akan berdampak pada Penyebaran clusters baru dari covid 19,” jelasnya.

Bu Choiria (Bu Ria), Ketum Jokower Palembang dan Ketum Yayasan Pariwisata Indonesia Maju bersama Bpk.Pres.Joko Widodo
Bu Choiria (Bu Ria), Ketum Jokower Palembang dan Ketum Yayasan Pariwisata Indonesia Maju saat momen bersama Bpk.Pres.Joko Widodo

Tak luput Bu Ria mengungkapkan pesannya untuk Pak Presiden yang selalu dipandang negatif padahal semuanya untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, dimana hasil kerja nyatanya sudah terbukti selama ini dan dapat dinikmati oleh semuanya, kita patut berterima kasih bukan malah menghujatnya.

“Tetap semangat, kami selalu setia mendampingi Pak Jokowi,” pesannya.

Berikut sajak yang selama ini ingin dibacakan dan disampaikan oleh Bu Ria kepada Pak Presiden Jokowi.

“TANGISKU UNTUK PRESIDENKU

Dia seperti berjalan sendirian di lautan duri ibu pertiwi. Dia cabuti satu persatu duri duri itu dengan wajah memelas. “Duh Gusti Pangeran Agung…. kuatkan hamba menjalani tanggungjawab ini… biar saja kaki hamba dilukai asal jangan bangsa ini….”, bathinnya berkata sesaat setelah sumpah jabatan di aminkan jagat Indonesia Raya tahun 2014 lalu…

Benar saja, duri duri itu dari hari ke hari terus melukai kakinya. Tidak hanya kakinya, tapi juga kaki ibundanya, almarhum ayahnya, istri tercintanya , anak2nya, menantunya, juga cucu kesayangannya.

Dia terus saja berjalan mencabuti duri-duri yang kian tajam dan berbahaya, sambil sesekali menenangkan istri dan anak-anaknya bahwa tanggungjawab ini adalah sebuah kemuliaan hidup yang harus dinikmati sakit dan deritanya…

Rakyat yang mencintainya bisa melihat airmata nya yang menetes disaat beliau meratapi kebakaran hutan di Sumatra dan Kalimantan…. di awal kepemimpinannya…

Tak lama kemudian, dia membuat kebijakan luarbiasa untuk mengatasi kebakaran yang setiap tahun melanda dan mengasapi negara tetangga sejak puluhan tahun yang lalu. Dan akhirnya Sumatera dan Kalimantan bisa memproduksi oksigen kembali setelah berpuluh tahun dilanda krisis oksigen.

Namun…. kemana ucapan TERIMAKASIH itu berlabuh? Bahkan suara utk Jokowi di periode ke 2 anjlok. Dari wilayah itu pula semua FITNAH bersarang dan ditembakkan bertubi tubi ke arahnya dengan GANAS….

Entah ada dendam apa mereka, hingga begitu membenci seorang tukang kayu yang ketulusan dan kejujurannya teruji…

Entah ada dosa apa pada mereka, hingga teriakan TAKBIR menjadi senjata yang menyarungi pedang2 FITNAH nya….

Aku hanya bisa membantu dari kejauhan, sambil sesekali menyeka airmataku sendiri yang meleleh karena pilu menatap raut wajah Presidenku yang nampak dipenuhi beban derita namun ditutupinya.

Gelak tawanya yang sering muncul di televisi pun diselimuti kegetiran. Kerja kerasnya membangun negri sekaligus membangunkan jiwa raga bangsa ini agar terpacu bergerak meraih kesejahteraannya masing masing dengan kebijakan2 yang dikemas khusus…. hanya dinilai PENCITRAAN…

“Biar saja”.., desahnya suatu hari, sambil menarik berat nafasnya… “Aku sudah berjanji pada ibu pertiwi ini, bahwa darah yang mengucur deras demi menyingkirkan duri duri ini adalah perjuangan yang tak boleh disesali….”

Sejenak aku menghapus airmataku lagi, sebab 5 tahun sudah presidenku dinistakan oleh persekongkolan orang orang busuk. Dan beliau tidak melawan. Kini relawan2 yang pernah mendukungnya pun menghantamnya sama kerasnya dengan musuh2nya…

Sejak minggu lalu aku tidak bisa tidur, sibuk membaca UU cipta karya yang sejak 2019 diributkan ketua2 organisasi buruh. Mereka dengan meyakinkan membuat ISSUE negatif membakar emosi buruh. Padahal draft RUU belum keluar… tidak ada bukti yg bisa dipakai utk membenarkan ISSUE2 tsb… namun mrk percaya issue itu…. dan percaya saja dibohongi…. meski tanpa BUKTI…!

Hari ini aku menangis lagi… menangisi presidenku lagi…. sebab aku tahu beliau pasti sedang bersusah hati sebab apa yg telah dibangunnya dirusak dengan biadab oleh ISSUE KEJI musuh2 negara dari balik topeng suara “KAMI”…. dan UU yg dibuat utk melindungi rakyatnya difitnahh sebaliknya…

Kemana hilangnya suara jujur rakyat untuknya?

#AkuBersamaJokowi.” bacanya.

Bu Choiria (Bu Ria), Ketum Jokower Palembang dan Ketum Yayasan Pariwisata Indonesia Maju
Bu Choiria (Bu Ria), Ketum Jokower Palembang dan Ketum Yayasan Pariwisata Indonesia Maju

Puncaknya, Bu Ria sebagai Ketum Jokower Palembang dan Ketum Yayasan Pariwisata Indonesia Maju berharap, “Semoga kita semua menjadi warganegara yang baik, yang cerdas dan paham membaca. Dan Saya menganjurkan kegiatan demo sebaiknya diganti beberapa perwakilan menyampaikan aspirasi, keinginan dan tuntutannya ke MK guna hindari tatap muka yang menimbulkan kerumunan dan berpotensi tertular menimbulkan cluster baru penyebaran covid 19.” pungkasnya.(red)

100,227 total views, 3 views today

About medialens

Check Also

Eky Pitung : Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah Tahun 2020 M

MediaLens, Jakarta, Rabu (19/08/2020) | 14:00 WIB, Wakil Ketua Umum Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *